12
Des
08

ANALISA GAS DARAH ARTERI (Artery Blood Gases Analysis : ABGs)

Analisa gas darah arteri berguna untuk mengkaji status oksigenasi klien (tekanan oksigen arterial [PaO2]), ventilasi alveolar (tekanan karbondioksida arterial [PaCO2]), dan juga untuk menilai keseimbangan asam basa. Hasil dari pemeriksaan gas darah sangat berarti bagi monitoring hasil tindakan penatalaksanaan oksigenasi klien, therapy oksigen, dan untuk mengevaluasi respon tubuh klien terhadap tindakan dan therapy misalnya pada saat klien menjalani weaning dari penggunaan ventilator. Sampel darah yang diambil digunakan untuk mengukur komponen gas didalam darah arteri dan pH darah. Nilai yang diperoleh mereflekasikan kualitas ventilasi dan perfusi jaringan.

ALAT YANG DIPERLUKAN :

Spuit 2 cc + 0,1 cc heparin

Kapas alcohol dan kassa steril

Tutup jarum dari karet

Kain pengalas

Tempat berisi es batu

Formulir permintaan

PELAKSANAAN

A Tentukan tempat yang akan dilakukan penusukan.

A Siapkan spuit yang telah diisi heparin 0,1 cc heparin (pengisian dilakukan dengan menghisap 2 cc heparin, kemudian keluarkan kembali dan sisakan sebanyak 0,1 cc dalam spuit).

A Lakukan desinfeksi pada area yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas alkohol.

A Tusukkan jarum (450 untuk arteri radialis, 900 untuk arteri femoralis), ketika jarum mengenai arteri, tidak diperlukan aspirasi karena darah akan keluar dengan sendirinya.

A Setelah sampel darah cukup, cabut jarum dan lakukan penekanan pada tempat penusukan. Penekanan dilakukan selama 5 menit untuk arteri radialis dan 10 menit untuk arteri femoralis.

A Segera setelah dicabut, cek kemungkinan adanya udara yang terperangkap dalam spuit, bila ada cepat keluarkan. Putar-putar spuit diantara kedua telapak tangan agar tercampur merata dengan heparin.

A Segera jarum ditutup dengan menggunakan tutup yang terbuat dari karet, simpan sampel darah pada tempat yang diisi es batu dan segera kirimkan ke laboratorium.

A Formulir pengiriman harus lengkap, jangan lupa mencantumkan suhu tubuh klien saat pengambilan sampel darah.

PEMERIKSAAN

§ pH darah arteri 7,35 – 7,45

§ PaO2 80 – 100 mmHg

§ PaCO2 35 – 45 mmHg

§ HCO3- 22 – 26 mEq/l

§ Base Excess (B.E) -2,5 – (+2,5) mEq/l

§ O2 Saturasi 90 – 100 %

INTERPRETASI

  1. Hipoksia

· Ringan PaO2 50 – 80 mmHg

· Sedang PaO2 30 – 50 mmHg

· Berat PaO2 20 – 30 mmHg

  1. Hiperkapnia

· Ringan PaCO2 45 – 60 mmHg

· Sedang PaCO2 60 – 70 mmHg

· Berat PaCO2 70 – 80 mmHg

(taken from Matkul-AAB Bandung)

About these ads

0 Responses to “ANALISA GAS DARAH ARTERI (Artery Blood Gases Analysis : ABGs)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Dukungan KONTES SEO Joko Susilo

Arsip Penyimpanan

Total Pengunjung Blog Ini :

  • 291,249 hits

RSS Dukungan Kontes SEO-Joko Susilo

  • NUTRISI UNTUK PENYEMBUHAN LUKA Juli 21, 2013
    A.  PengertianNutrisi adalah makanan yang mengandung cukup nilai gizi dan tenaga untuk perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan secara optimal.B.  Alasan nutrisi dibutuhkan untuk proses penyembuhan lukaDalam keadaan luka, maka jaringan tubuh terganggu keutuhannya dan memerlukan nutrisi yang cukup untuk bisa memperbaiki jaringan- jaringan yang rusak tersebut. […]
    noreply@blogger.com (Revolusi Pendidikan)
Desember 2008
S S R K J S M
« Jan   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: