12
Des
08

Pengurusan Jenazah

A. Definisi
Penyelenggaraan jenazah adalah kegiatan mengurus jenazah dari tempat kejadian meninggal, memandikan sampai dengan mengkafani
B. Prinsip :
Sabda Rosululloh SAW ,” Mandikanlah mayat itu dengan air dan bidara dan kafanilah ia dengan kedua pakaiannya.”(HR. Muttafaq Alaih)
C. Tata Cara Pelaksanaan

Persiapan Alat
– Air
– waskom
– daun bidara atau wewangian
– kain kafan sesuai kebutuhan
– cek kelengkapan alat
Tahap Kerja
Langkah – langkah :
1. menutupkan matanya
2. mengatupkan rahangnya dengan mengikatnya dari puncak kepala sampai dagu supaya mulutnya tidak menganga
3. mengatur posisi persendian anggota gerak jenazah sebelum kaku mayat terjadi, memudahkan saat memandikan
4. menutupnya dengan kain
5. menghadapkan jenazah ke arah kiblat
6. Memandikan jenazah, langkah-langkahnya :
a. Persiapan
1) Tempat memandikan sedapat mungkin terletak pada ruangan yang tertutup
2) Menyediakan air bersih, sabun, air kapur barus dan wangi-wangian secukupnya
3) Menyediakan sarung tangan dan sejenisnya bagi yang memandikan dan washlap
4) Kain panjang dan handuk untuk mengeringkan badan
b. Langkah kerja
1) Menutupi sekujur tubuh jenazah dengan kain panjang
2) Pasang sarung tangan bagi yang memandikan, kemudian mulai membersihkan badan jenazah dari kotoran atau najis
3) Selama membersihkan badannya, sebaiknya dengan air mengalir dari ujung kepala hingga kaki
4) Setelah semua dianggap bersih baru kemudian jenazah di wudlukan, seperti wudlu orang yang masih hidup
5) Mengalirkan air ke sekujur tubuhnya mulai dari sisi kanan dari kepala sampai kaki, kemudian melanjutkan ke sisi bagian kiri dengan cara yang sama
6) Membersihkannya dengan air sabun, yang berakhir dengan air bersih yang telah dicampur wangi-wangian.
7) Memandikan dapat diulang sesuai kebutuhan, wajibnya hanya satu kali.

7. Mengkafani Jenazah
Jika jenazah itu laki –laki maka caranya adalah :
a. Membentangkan kain – kain kafan yang telah disediakan sebelumnya sehelai demi sehelai. Kemudia menaburinya dengan wangi – wangian. Bagian bawah hendaknya dibuat lebih lebar dan luas. Dibawah kain itu, sebelumnya telah dibentangkan tali pengikat sebanyak lima helai yaitu masing – masing pada arah kepala, dada, punggung, lutut dan tumit.
b. setelah itu, secara perlahan – lahan jenazah diletakan di atas kain – kain tersebut dalam posisi membujur, dan kalau mungkin menaburi badannya dengan wangi-wangian.
c. Kemudian menyelimutkan kain kapan yang dimulai dari kafan sebelah kanan paling atas , kemudion ujung lembaran lain sebelah kiri paling atas dan selanjutnya disusul dengan lembaran kain berikutnya secara berurutan dan dengan cara yang sama.
d. Jika semua kain kapan telah membalut jenazah, baru dikat dengan tali – tali yang telah disiapkan sebelumnya
Jika jenazah itu perempuan :
a. Ketentuan kain kafan :
1) lembaran pertama dibentangkan di sebelah bawah (paling bawah sebagai pembungkus seluruh jasadnya)
2) Lembaran kedua dibentangkan sebelah bawah kepala sebagai kerudung, tutup kepala
3) Lembaran ketiga dibentangkan dari bahu ke pinggang sebagai baju kurung
4) Lembaran keempat dibentangkan dari pinggang sampai ke kaki sebagai kain sarung.
5) Lembaran kelima dibentangkan pada bagian pinggul yang berfungsi sebagai rok.
b. Sebelumnya tali – tali pengikat telah disediakan di bawah jasadnya. Mulai mengkafani dengan cara :
1) memakaikan kain kelima yang terletak dibagian pinggulnya (sebagai rok)
2) memakaikan kain keempat sebagai sarung
3) Memakaikan kain ketiga sebagai baju kurung
4) memakaikan kain kedua sebagi kerudung
5) membungkuskan kain pertama (yang paling bawah) ke seluruh tubuhnya dengan cara mempertemukan kedua tepi kain yang sebelah kanan dengan yang sebelah kiri. Kemudian menggulungkan keduanya ke arah kanan dan ke bagian dalam.
3. setelah semua kain dipakaikan menurut fungsinya, baru mengikatkan tali – tali yang sudah disiapkan sebelumnya.

(Taken from “Inggriane PD-AAB)

About these ads

0 Responses to “Pengurusan Jenazah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Dukungan KONTES SEO Joko Susilo

Arsip Penyimpanan

Total Pengunjung Blog Ini :

  • 296,557 hits

RSS Dukungan Kontes SEO-Joko Susilo

  • NUTRISI UNTUK PENYEMBUHAN LUKA Juli 21, 2013
    A.  PengertianNutrisi adalah makanan yang mengandung cukup nilai gizi dan tenaga untuk perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan secara optimal.B.  Alasan nutrisi dibutuhkan untuk proses penyembuhan lukaDalam keadaan luka, maka jaringan tubuh terganggu keutuhannya dan memerlukan nutrisi yang cukup untuk bisa memperbaiki jaringan- jaringan yang rusak tersebut. […]
    noreply@blogger.com (Revolusi Pendidikan)
Desember 2008
S S R K J S M
« Jan   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: