08
Jan
09

Diare

ü  DIARE

ü   Diare akut® keluarnya BAB 1x/ lebih yg berbentuk cair dlm 1 hari/ lebih & berlangsung < 14 hari (Cohen MB)

ü  Diare episode keluarnya tinja cair sebanyak 3x/ lebih, atau lebih dari 1x keluarnya tinja cair yg berlendir atau berdarah dalam 1 hari (Shahid NS)

 

ü  Faktor2 yang mempengaruhi kejadian diare:

ü   Lingkungan kebersihan lingkungan &   perorangan

ü   Gizi pemberian makanan

ü   Kependudukan insiden diare pd          daerah kota yg padat/ kumuh   lebih 

ü   Pendidikan pengetahuan ibu

ü   Perilaku masyarakat kebiasaan2

ü   Sosial ekonomi

 

ü  ETIOLOGI DIARE

ü  Faktor infeksi

o    a. Infeksi enteral® infeksi pada                      GIT (penyebab utama)

ü  Bakteri : Vibrio cholerae, Salmonella spp, E. coli dll

ü  Virus : Rotavirus (40-60%), Coronavirus, Calcivirus dll

ü  Parasit: Cacing (Ascaris, Oxyuris,dll), Protozoa (Entamoba histolica,Giardia Lambia, dll)  Jamur (Candida Albicans)         

o    b. Infeksi parenteral® infeksi di         luar GIT (OMA, BP, Ensefalitis,dll)

ü  Faktor malabsorbsi : KH, Lemak, P

ü  Faktor makanan : basi/ beracun, alergi

ü  Faktor psikologis : takut dan cemas

ü  PATOFISIOLOGI

ü  VIRUS masuk® enterosit (sel epitel usus halus) infeksi & kerusakan fili usus halus

ü  Enterosit rusak diganti oleh enterosit baru (kuboid/ sel epitel gepeng yg blm matang) fungsi blm baik

ü  Fili usus atropi tdk dpt mengabsorbsi makanan & cairan dgn baik

§  Tek Koloid Osmotik   motilitas   DIARE

 

ü  BAKTERI NON INFASIF (Vibrio cholerae, E. coli patogen) masuk® lambung duodenum berkembang biak  mengeluarkan enzim mucinase (mencairkan lap lendir) bakteri masuk ke membran mengeluarkan subunit A & B mengeluarkan (cAMP) meransang sekresi cairan usus, menghambat absobsi tampa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut volume usus  dinding usus teregang DIARE

 

ü  BAKTERI INFASIF (Salmonella spp, Shigella spp, E. coli infasif, Champylobacter) ® prinsip perjalanan hampir sama, tetapi bakteri ini dapat menginvasi sel mukosa usus halus ® reaksi sistemik (demam, kram perut) dan dapat sampai terdapat darah

ü  Toksin Shigella masuk ke serabut saraf otak   kejang

ü  PENENTUAN DERAJAT DEHIDRASI

ü  Berdasarkan ketonusan cairan

ü  Dehidrasi Isotonis

ü  Kehilangan air dan Na dalam proporsi yang sama

ü  Merupakan dehidrasi yang terjadi karena diare

ü  Tanda _sangat cepat, haus ekstremitas dingin dan berkeringat, kesadaran menurun dan muncul gejala syok hipovolemik

ü  Dehidrasi Hipertonis

ü  Terdapat kekurangan cairan air dan Na tetapi proporsi kehilangan air lebih banyak (Na >150 mmol/L)

ü  Tanda _anak sangat haus,iritabel

ü  Dehidrasi Hipotonis

ü  Terdapat kekurangan cairan air dan Na tetapi proporsi kehilangan Na lebih banyak (Na >130 mmol/L)

ü  Tanda _anak letargi, kejang

 

ü  PENGKAJIAN KEPERAWATAN

ü  Riwayat

ü  Jumlah dan konsistensi tinja

ü  Muntah

ü  Rasa haus

ü  Episode diare

ü  Pemeriksaan Fisik

ü  Keadaan umum klien _gelisah, mudah marah, lemah, kesadaran

ü  Tanda–tanda vital

ü  BB

ü  Status hidrasi _ CRT, kecekungan ubun-ubun, Urin Output, Mukosa membran,Turgor kulit, Kecekungan kelopak mata, Air mata

ü  Tanda2 hipokalemi _Bising usus, distensi usus, Menurunnya kemampuan kontraksi otot

ü  Pola pernafasan _Pernafasan Kussmaul

 

 

 

ü  PEMERIKSAAN PENUNJANG

ü  Pemeriksaan tinja

ü  Makroskopis dan mikroskopis

ü  Ph dan kadar gula dalam tinja

ü  Kultur dan uji resistensi          

ü  Pemeriksaan keseimbangan asam

ü    basa ® AGD

ü  Urinalisis : Bj, endapan

ü  Pemeriksaan kadar ureum

ü    kreatinin® faal ginjal

ü  Pemeriksaan keseimbangan cairan &

ü    elektrolit ® Hb-Ht, Na, K, Ca dan F

ü  Pemeriksaan intubasi duodenum

ü  EKG ® menilai deplesi elektrolit

ü    (biasanya kalium)

ü  MASALAH KEPERAWATAN

ü  Defisit volume cairan

ü  Resiko tinggi gangguan keseimbangan asam basa

ü  Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan

ü  Resiko tinggi gangguan integritas kulit

ü  Resiko tinggi injuri : kejang

ü  Kurang pengetahuan orang tua

 

ü  _SESUAIKAN DENGAN KONDISI KLIEN

ü  INTERVENSI KEPERAWATAN

ü  Berikan cairan sesuai indikasi

ü  Jumlah

ü  Syok

ü  20-30 cc/kgBB (guyur dan boleh diulang s.d 3X sampai teratasi), jika teratasi

ü  Untuk 1st 24 jam hitung cairan sesuai kebutuhan, 50% diberikan 8 jam dikurangi waktu pemberian inisial, 50% diberikan pada waktu sisa

ü  Dehidrasi Berat

ü  20-30 cc/kgBB (2-4 jam)

·         70-80 cc/kgBB (20-22 jam)

ü  Dehidrasi Sedang

ü  50 -100 cc/kgBB (2-4 jam)

ü  Setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan), 100-200 cc (> 24 bulan)

ü  Dehidrasi Ringan

ü  25-50 cc/kgBB (2-4 jam)

ü  Setiap BAB 50-100 cc (< 24 bulan), 100-200 cc (> 24 bulan)

 

ü  Pilihan Cairan

ü  Beri Rl (utama) atau NaCl

ü  Jika pasiennya tidak dapat makan diberi Dekstros dan RL

ü  Jika muntah2 maka berikan Dekstros dan NaCl, tetapi jika pasien muntah + diare utamakan RL

ü  Oralit

ü  Cara Pemberian

ü  IV _ Untuk dehidrasi berat

ü  Enteral _Untuk dehidrasi ringan, sedang tetapi anak tidak mau/ tidak dapat minum atau jika kesadaran menurun

ü  Oral _Bila kesadaran anak baik, anak mau minum, biasanya diberikan untuk dehidrasi ringan dan sedang

ü  Observasi kondisi fisik klien terutama status hidrasi

ü  Kolaborasi

ü  Pemeriksaan labolaturium

ü  Medikasi : antibiotik, antiparasitik

ü  Penkes

ü  Pemberian Cairan

ü  Berikan ASI eksklusif 4-6 bulan _Menjaga kebersihan payudara

ü  Terus menyusui bayi ketika sedang sakit maupun ketika sehat

ü  Cara menjaga ASI supaya tetap baik dikonsumsi bayi jika Ibu bekerja

ü  Jenis dan jumlah cairan yang dapat diberikan kepada anak jika anak diare, DLL

ü  Diet

ü  Berikan makanan tambahan sesuai dengan usia anak

ü  Berikan diet secara bervariasi

ü  Cara memasak dan menyajian makanan yang sehat (misal: menggunakan cangkir daripada botol, wadah harus bersih, makanan hangat, DLL)

ü  Penggunaan air

ü  Air yang digunakan untuk makan/ minum harus direbus matang

ü  Sumber air dan jamban yang layak

ü  Perilaku sehat

ü  Cuci tangan

 

 

 


0 Responses to “Diare”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Dukungan KONTES SEO Joko Susilo

Arsip Penyimpanan

Total Pengunjung Blog Ini :

  • 360,580 hits

RSS Dukungan Kontes SEO-Joko Susilo

  • Mengatasi Data Gagal di Ubah Aplikasi Feeder PDDIKTI 2015 September 15, 2015
    Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya sebagai operator epsbed, aplikasi PDDIKTI adalah aplikasi Epsbed baru yang dikeluarkan dikti menggantikan aplikasi silayar biru.Pada saat entri data Dosen, saya menemukan masalah data gagal diubah, selidik punya selidik kesalahan ada penginputan no NPWP dosen, input tidak boleh menyertakan tanda . atau -, jadi harus […]
    noreply@blogger.com (Revolusi Pendidikan)
Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: